Selamat Datang di Portal Informasi Akademik STAI PATI >> Alamat : Jl. Kampus Raya No. 5 Margorejo Pati . // Selamat dan Sukses Atas diraihnya Akreditasi "B" BAN-PT Jurusan Tarbiyah Prodi Pendidikan Agama Islam STAI PATI

MAKNA KEMERDEKAAN : ANTARA AGUSTUS DAN RAMADHAN

Ahmad Fatah, M.S.I.

Dosen STAI PAti

Merdeka!!! Alhamdulillah atas Rahmat Allah Subhanahu Wa Ta`ala sejak 65 tahun silam Indonesia memproklamirkan diri sebagai Negara merdeka didunia. Proklamasi kemerdekaan tersebut terjadi pada hari Jum`at Legi 17 Agustus 1945 Miladiyyah jam 10.00 WIB di Jalan Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta, bertepatan dengan 9 Ramadhan 1364 Hijriyyah. Pada tahun ini peringatan Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia juga bertepatan dengan bulan yang penuh ampunan yaitu bulan Ramadhan, tepatnya hari Selasa Paing 7 Ramadhan 1431 Hijriyyah. Ini adalah dua moment yang sangat berharga, 17 Agustus identik dengan pembebasan rakyatIndonesia dari belenggu penjajahan, sedangkan Ramadhan identik dengan pembebasan manusia dari belenggu hawa nafsu.

Merdeka berarti  pada dasarnya adalah bebas dari belenggu penjajahan.  Kemerdekaan yang diperoleh bangsa Indonesiapenuh dengan kerja keras, pengorbanan dan perjuangan yang panjang dan melelahkan. Untuk meraih kemerdekaan tersebut para pejuang kita mengorbankan seluruh jiwa raga dan harta bendanya dengan didasari persatuan yang kuat. Dengan demikian salah satu makna kemerdekaan yang dapat kita petik adalah untuk meraih keberhasilan dan kesuksesan butuh perjuangan dan membutuhkan persatuan yang kuat. Hal ini sangat linier dengan makna yang terkandung dalam Ramadhan, bahwa keberhasilan pengamal puasa tergantung pada perjuangannya dalam mengalahkan hawa nafsu, sekaligus mampu memiliki spirit persatuan dengan berbagi dengan sesama. Alhasil, perjuangan dan persatuan ini sangat kita butuhkan agarIndonesia dapat mengisi kemerdekaan ini dengan pembangunan. Sudah barang pasti perjuangan dan persatuan ini adalah dalam menegakkan kebenaran, bukan berjuang dan bersatu dalam perbuatan yang dilarang. Berjuang dan bersatu memberantas KKN, bukan berjuang dan bersatu bersama-sama KKN. Berjuang dan bersatu untuk membangun, bukan berjuang dan bersatu untuk merusak dan anarkis.

Selanjutnya, kemerdekaan ini seharusnya kita isi dengan pembangunan. Pembangunan yang dilakukan tentunya tidak hanya pembangunan secara fisik, namun jauh lebih penting adalah pembangunan jiwa dan karakter. Hal ini juga terkandung dalam spirit  puasa, yaitu puasa membangun jiwa dan karakter manusia. Puasa mendidik manusia yang disiplin, jujur, sabar sekaligus peka terhadap gejala sosial. Dengan demikian, jika pembangunan fisik maupun pembangunan jiwa dan karakter bangsa Indonesia dapat berjalan dengan baik dan merata dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote, maka cita-cita kemerdekaan Indonesia akan tercapai. Karena pembangunan yang tidak merata akan menimbulkan ketimpangan (disparity) dan gejala sosial yang merugikan masyarakat.

Akhirnya, kemerdekaan yang telah kita raih selama 65 tahun ini kita isi dengan penuh kebaikan dalam berbagai aspek kehidupan. Karena kemerdekaan bukan hanya slogan belaka, namun harus harus berorientasi pada kesejahteraan rakyat. Apalagi peringatan kemerdekaan tahun ini bersamaan dengan bulan Ramadhan, tentu banyak sekali hikmah yang dapat kita petik dari dua moment berharga ini. Semoga bermanfaat. Wallahu A`lam bish Showab.