Selamat Datang di Portal Informasi Akademik STAI PATI >> Alamat : Jl. Kampus Raya No. 5 Margorejo Pati . // Selamat dan Sukses Atas diraihnya Akreditasi "B" BAN-PT Jurusan Tarbiyah Prodi Pendidikan Agama Islam STAI PATI. // Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawwal 1439 H / 2018 M. Mohon Maaf Lahir dan Bathin

MAKNA KEMERDEKAAN DALAM PANDANGAN ISLAM

Ahmad Fatah, M.S.I.

Dosen STAI PAti

65 tahun silam Indonesia berhasil memproklamirkan  diri sebagai negara yang merdeka dan berdaulat.  Proklamasi kemerdekaan tersebut terjadi pada hari Jum`at Legi 17 Agustus 1945 Miladiyyah jam 10.00 WIB di Jalan Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta, bertepatan dengan 9 Ramadhan 1364 Hijriyyah. Pada tahun ini peringatan Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia juga bertepatan dengan bulan yang penuh ampunan yaitu bulan Ramadhan, tepatnya hari Selasa Paing 7 Ramadhan 1431 Hijriyyah. Ini adalah dua moment yang sangat berharga, bulan Agustus identik dengan pembebasan rakyat Indonesia dari belenggu penjajahan, sedangkan Ramadhan identik dengan pembebasan manusia dari belenggu hawa nafsu.

Secara bahasa merdeka berarti bebas dari penghambaan, penjajahan, tidak terikat atau tidak bergantung kepada orang atau pihak tertentu; atau leluasa. Merdeka berarti bebas dari penjajahan, bebas dari kekuasaan, bebas intimidasi, bebas dari belenggu nilai dan budaya yang menjerumuskan manusia ke lembah kehinaan. Setiap manusia yang lahir ke dunia semuanya adalah mahluk merdeka, para bayi yang terlahir hanya terikat oleh ikatan yang Allah ridhoi (kondisi fitrah), sebagaimana firman Allah dalam Surat Al A’raaf : 172, bahwa Allah sudah mengambil perjanjian perikatan dengan manusia ketika dalam sulbi ibunya bahwa manusia hanya mau terikat dengan Allah,mengakui keberadaan Allah dan siap melaksanakan semua perintah dan larangan Allah tidak lainnya.

Namun dalam perjalanannya manusia seringkali lupa dengan apa yang sudah menjadi perjanjiannya dengan Allah dan dengan sengaja menjerumuskan dirinya pada lembah kenistaan. Manusia yang diberi potensi fitrah, justru menjatuhkan dirinya kepada belenggu kebodohannya dengan membuat perjanjian kepada selain Allah. Manusia menyekutukan Allah dengan menghambakan dirinya kepada selain Allah.  Demikian juga, manusia yang diberi kuasa untuk mengendalikan nafsu justru menghambakan dirinya kepada hawa nafsunya. Manusia tidak lagi memiliki kemerdekaan atas dirinya, akal dan hati nuraninya terbelenggu oleh kungkungan hawa nafsu. Akibatnya kehdupan manusia akan senantiasa dijajah dan diperbudak oleh hawa nafsunya yang penuh dengan kesyirikan, kekufuran, kemungkaran dan kemasiyatan.

Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw.datang membawa pesan dan misi kemerdekaan manusia. Islam mengajak manusia agar membebaskan diri dari belenggu jahiliyyah dan kemusyrikan kepada Allah, membebaskan manusia dari belenggu nafsu syaithoniyyah, membebaskan manusia dari segala bentuk perbudakan. Islam mengembalikan kemerdekaan manusia atas dirinya, menjadikannya sebagai manusia yang sempurna dan menempatkannya pada kedudukan yang agung dan mulia.

Sejalan dengan misi yang pembebasan yang dibawa oleh Islam, hadirnya rahmat kemerdekaan Negara Kesatuan RI mestinya tidak hanya sekedar proses pergantian pemeriintahan dari negara penjajah kepada negara Indonesia atau sekedar bebas dari penjajahan. Kemerdekaan bangsa Indonesia harus dimaknai dengan pembebasan rakyat dari kesewenang-wenangan menuju keadilan,  pembebasan kehidupan dari kemiskinan dan kesengsaraan menuju kesejahteraan dan kemakmuran, pembebasan rakyat dari kebodohan dan kejahiliyyahan menuju kepada masyarakat yang cerdas; pembebasan akal-budi rakyatnya dari keruntuhan akhlak dan pelanggaran moral dan etika kepada pembentukan nilai-nilai murni dan akhlak tinggi; pembebasan rakyat dari belenggu kemiskinan menuju kehidupan sejahtera dan kemakmuran.

Dalam konteks diatas, maka pada hakikatnya kemerdekaan yang telah kita raih 65 tahun yang lalu belumlah usai. Masih banyak tugas dan pekerjaan rumah yang harus diselesaikan agar kemerdekaan benar-benar terwujud. Oleh karena itu diperlukan kerja keras dan upaya yang sungguh-sungguh dari seluruh komponen bangsa untuk mewujudkan masyarakat yang adil, makmur dan sejahtera, sebagaimana yang diamanatkan oleh UUD 1945. Upaya yang lebih penting adalah perlunya komitmen yang kuat dan keteguhan tekad dari seluruh aparatur penyelenggara negara mulai dari pemerintah desa hingga pemerintah pusat untuk menciptakan good and clean governance (tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih). Setiap aparatur negara harus menyadari bahwa sesungguhnya dirinya adalah abdi negara yang berkewajiban memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada rakyat, bersikap adil dan menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran. Mudah-mudahan momentum kemerdekaan yang bertepatan dengan bulan ramadan benar-benar menjadi momentum bagi bangsa Indonesia untuk mewujudkan hakikat kemerdekaan bagi seluruh tumpah darah Indonesia. Wallahu a’lam