Selamat Datang di Portal Informasi Akademik STAI PATI >> Alamat : Jl. Kampus Raya No. 5 Margorejo Pati . // Selamat dan Sukses Atas diraihnya Akreditasi "B" BAN-PT Jurusan Tarbiyah Prodi Pendidikan Agama Islam STAI PATI

MATEMATIKA LAILATUL QADAR DAN UNDIAN BERHADIAH

Abdul Wahab M, Pd. I

Dosen STAI Pati dan Asatidz Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Bendan Kudus

Lailatul Qadar adalah malam kemuliaan, malam yang lebih baik dari seribu tahun. Kaum muslimin yang menjalankan penuh ibadah puasa di bulan suci ramadhan memiliki peluang besar meraih malam kemuliaan itu. Ibarat Bank mengeluarkan undian berhadiah, para nasabahnya berpeluang mendapatkan hadiah itu. Baik secara regional atau nasional. Akan tetapi malam kemuliaan yang diberikan Allah kepada kaum muslimin diperuntukkan kepada manusia sejagad yang berkeinginan mendapatkannya.

Hadiah Allah yang diberikan kepada hambaNya yang mendapatkan malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan, jika dihitung matematika sama halnya beribadah selama 83 tahun lebih. Ada pendapat yang mengatakan malam kemuliaan yang penuh berkah diberikan Allah pada malam Nishfu Sya’ban dengan menjalankan shalat tasbih dari umat Nabi Muhammadiyah nabi akhir zaman lebih disukai Allah daripada beribadah di dalam batu selama 400 tahun dari umat Nabi Isa alaihissalam. Alangkah ruginya bagi kita yang tidak mau mengintai malam kemuliaan itu padahal hadiah sudah jelas di depan mata kita.

Bagaimanapun cara mengintai malam kemuliaan itu ? Jumhur Ulama berpendapat bahwa malam kemuliaan itu jatuh pada malam likuran Ramadhan, sedangkan menurut Imam Syafi’i malam kemuliaan jatuh pada malam ganjil likuran bulan Ramadhan. Sedangkan Imam Ghazali berpendapat mengintai malam kemuliaan dapat dilihat dari kapan awal Ramadhan dimulai. Jika awal Ramadhan hari Ahad atau Rabu akan jatuh malam 29, hari Senin akan jatuh malam 21, hari Selasa atau Jum’at akan jatuh malam 27, hari Kamis akan jatuh malam 25 dan jika awal hari Ramadhan hari Sabtu malam kemuliaan akan jatuh malam 23.

Awal Ramadhan 1431 H tahun ini jatuh pada hari Selasa tanpa ada perselisihan, jika mengikuti hitungan Imam Ghazali tersebut berarti malam kemuliaan nanti akan jatuh pada malam 27.

Rasulullah sendiri pernah mengisyaratkan bahwa malam kemuliaan jatuh pada malam 27 sebagaimana yang telah disabdakan melalui riwayat Imam Ahmad yang berasal dari Abdullah, bin Umar, “Barang siapa yang mengharap lailatu qadar, maka hendaknya ia mencarinya di malam dua puluh tujuh” (HR. Imam Ahmad). Namun demikian, kapanpun malam kemuliaan itu tiba, karena memang dirahasiakan saat tepatnya oleh Allah, yang beruntung adalah mereka yang setiap malam di bulan Ramadhan melakukan amal shaleh. Sebab mereka lah yang berpeluang besar mendapatkan Lailatul Qadar.