Selamat Datang di Portal Informasi Akademik STAI PATI >> Alamat : Jl. Kampus Raya No. 5 Margorejo Pati . // Selamat dan Sukses Atas diraihnya Akreditasi "B" BAN-PT Jurusan Tarbiyah Prodi Pendidikan Agama Islam STAI PATI. // Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawwal 1439 H / 2018 M. Mohon Maaf Lahir dan Bathin

Makna tanggal 17 bagi Umat Islam dan Bangsa Indonesia

Abdul Wahab, M.Pd.I

Dosen STAI Pati dan Asatidz Pondok Pesantren Raudlatuth Thalibin Bendan Kerjasan Kudus

Angka 17 bagi Umat Islam merupakan angka keramat karena pada tanggal tersebut manusia suci Nabi Muhammad SAW diangkat menjadi Rasul terakhir. Berbarengan dengan itu pula al-Qur’an sebagai kitab suci yang secara ringkas mencakup isi kitab-kitab sebelumnya juga diturunkan ke bumi.

Meskipun tanggal 17 Ramadhan yang diperingati umat Islam sebagai hari turunnya al-Qur’an diperselisihkan para Ulama, namun yang perlu kita cermati adalah pendapat Ibn Ishaq, seorang penulis sejarah terkemuka cenderung bahwa 17 Ramadhan tahun ke-41 dari kelahiran Rasulullah yang bertepatan dengan tanggal 6 Agustus 610 Masehi adalah hari turunnya al-Qur’an. Hal ini dikaitkan dengan isyarat al-Qur’an sendiri yang menyatakan: “…jika kamu beriman kepada Allah dan kepada apa yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad) di hari al-Furqan, yaitu hari bertemunya dua pasukan…” (al-Anfal: 41)

Yang dimaksud dengan hari al-Furqan adalah hari bertemunya pasukan muslimin dan musyrikin pada perang Badar pada hari Jum’at 17 Ramadhan tahun kedua hijrah. Hari al-Furqan merupakan hari permulaan turunnya al-Qur’an kepada Nabi. Kedua hari itu bersatu sifatnya, yakni sama-sama jatuh pada hari Jum’at 17 Ramadhan, kendati tidak dalam tahun yang sama.

al-Qisthalani, penulis syarah Shahih Bukhari juga mendukung pendapat ini dengan alasan tidak mungkin al-Qur’an tidak mengisyaratkan masalah penentuan malam kemuliaan yang sangat penting ini.

Bulan Ramadhan, bulan Agustus sebagaimana hari-hari ini bagi bangsa Indonesia merupakan bulan keramat dan penuh berkah, karena selama 350 tahun lebih bangsa Indonesia hidup dalam kekuasaan penjajah Belanda dan Jepang, dan pada tanggal 17 Agustus 1945 bertepatan dengan 8 Ramadhan bangsa Indonesia memperoleh kemerdekaan yang diproklamasikan oleh Soekarno-Hatta dan disaksikan oleh rakyat Indonesia seantero Nusantara dan masyarakat dunia.

Tanggal 17 Ramadhan bertepatan 6 Agustus Rasulullah diangkat menjadi Nabi dan Rasul, 17 Agustus bertepatan 8 Ramadhan bangsa Indonesia merdeka dari penjajahan. Jika kita cermati bulan Agustus, Ramadhan dan tanggal 17 bagi bangsa Indonesia dan umat Islam adalah hari berkah yang luar biasa.

Ajaran pokok Rasulullah yang wajib dilakukan umat Islam adalah menjalankan shalat dalam dalam sehari semalam 17 rekaat. Menjalankan ibadah berarti menjalankan rukun Islam yang lima, karena dalam praktek shalat terdapat syahadat Tauhid dan syahadat Rasul, rukun Islam yang ke-dua. Shalat/doa, shalat mulai takbir sampai salam adalah kumpulan doa, zakat adalah peduli lingkungan sekitar, bisa menjalankan shalat salam ke kanan kiri, berjamaah adalah peka sosial. Shalat harus puasa karena jika dibarengi makan dan minum hukumnya batal, dan shalat akan sah jika menghadap baitullah.

Kini, ajaran Rasulullah tersebut benar-benar dipatuhi umat Islam Indonesia lebih 80%, melampaui negara Islam lain seperti Mesir 65%, Irak 60%, dan Iran 70%. Nikmat dan berkah kemerdekaan itu dirasakan umat Islam dengan melimpahnya rizqi bangsa Indonesia, hal itu dapat dibuktikan dengan antrian ibadah haji paling lama di dunia adalah bangsa Indonesia.